Showing posts with label Kematian. Show all posts
Showing posts with label Kematian. Show all posts

Wednesday, March 18, 2015

MISI BANTUAN BANJIR DI KELANTAN


Tarikh : 9 - 12 Januari 2015

Lokasi : Kota Bahru, Kelantan Darul Naim



Alhamdulillah, saya berpeluang menyertai Misi Bantuan Kemanusian UTeM bagi membantu mangsa banjir yang melanda di negeri Kelantan.(memang kelantan sangat dekat di hati saya sebab pernah belajar di sana selama 3 tahun, UiTM Machang.)

Bertolak pada malam 8 hb dari tempat berkumpul di Masjid Sayyidina Abu Bakar UTeM. Perlepasan dilakukan oleh Ybhg Dato Naib Canselor.Misi Bantuan Banjir ini disertai oleh staf dan pihak luar seramai lebih kurang 70 orang.Kami menginap di Wisma Pengakap, Kem Kijang, Pantai Cahaya Bulan (PCB).

Selain UTeM, terdapat banyak lagi agensi kerajaan, swasta dan NGO yang saya lihat turut memberikan bantuan kepada mangsa banjir. Atas dasar kemanusian dan kasih sayang sesama manusia dengan mengenepikan perbezaan agama, bangsa dan fahaman politik.

Menyertai Misi Bantuan Banjir ini memberikan banyak hikmah samada yang tersurat mahupun yang tersirat. Menginsafi diri dengan kekuasaan Allah SWT. Berpeluang melihat dan mendengar sendiri suasana dan cerita daripada orang kampung yang dilanda musibah banjir ini.

Kami menyelesaikan misi ini pada 12 hb Januari dan bertolak pulang ke Melaka sekitar jam 4:30 petang. Sebelum pulang sempatlah singgah ke Pasar Besar Siti Khadijah dan Tok Bali untuk membeli sedikit ole-ole buat keluarga di rumah.



























Thursday, November 14, 2013

Ungkapan untuk isteri


Isteriku….
Aku tak pernah tahu jarak umur dan ajal kita
Tapi yang kutahu selalu
Aku ingin selalu disini
Bersamamu
Menjadi suamimu
Dan engkau adalah isteriku satu-satunya
Tak tergantikan
Hingga jannah tempat kita berkumpul lagi
Bersama anak-anak kita….
Maka ditengah laut kehidupan ini
Disaat tubuh bergoncang karena gelombang
Maka yang ada dimataku
Hanya burung Camar yang terbang
Sambil bertasbih…..

Friday, October 22, 2010

Mati itu Pasti



Semua orang pasti suatu saat akan mati, entah bagaimana caranya atau seperti apa matinya. Dan setiap orang pasti akan merasakan kematian, walaupun erti “merasakan” itu tidak sama dengan yang dibayangkan oleh orang yang hidup. Kematian adalah salah satu bagian dari kehidupan yang pasti dijalani, sama seperti kelahiran. Bedanya adalah yang pertama menandai akhir dari suatu kehidupan sedangkan yang terakhir menandai awal dari suatu kehidupan. Kelahiran dan kematian bisa diandaikan seperti ujung dari seutas tali yang bernama kehidupan, berbeda titik tetapi terentang sepanjang usia. Dan di tengahnya itulah kehidupan yang ada dan berada.

Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57) tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.



Kematian adalah suatu misteri. Banyak yang tidak tahu seperti apa dunia sesudah kematian. Tapi banyak juga yang percaya bahwa ada “kehidupan lain”setelah kematian. Banyak juga yang percaya bahwa kematian adalah akhir dari segalanya dan akhir dari eksistensi seseorang, dan setelah itu yang ada adalah ketiadaan. Banyak juga yang percaya bahwa kematian adalah awal dari suatu kehidupan baru dalam suatu bentuk siklus. Apapun kepercayaan yang dianut, tak ada seorang pun yang tahu seperti apa situasi dan kondisi sesudah kematian. Banyak yang mengandaikannya sebagai suatu kondisi “ketiadaan”, bahwa sebuah kematian adalah awal dari suatu ketiadaan, bertentangan dengan kelahiran yang dianggap sebagai awal dari suatu ketiadaan. Materialistik ? Memang benar, tetapi setidaknya itu yang sampai saat ini kita ketahui dengan “common sense” kita sebagai manusia. Dan sisanya adalah kepercayaan.





Harta yang kita kumpulkan dengan susah payah, hanya akan menjadi saksi bisu, bahkan akan menjadi kayu bakar kita, manakala tidak menjadikan sarana ibadah kepada-NYA. Lantas bagaimana anak isteri yang kita cintai, itu pun tidak mampu berbuat apa-apa, kecuali kalau mereka seiring dan punya tujuan sama untuk meniti jalan-NYA, lebih-lebih lagi jika memiliki anak yang soleh yang mendoakan, insya-ALLAH ia bisa menjadi penyelamat kita.
Jadi, kita benar-benar sendirian, harus memikul amal perbuatan masing-masing, tidak kira sama ada yang baik mahupun yang buruk. Saat itu kekuatan yang biasanya kita rasakan, akan berkurangan, kaki yang biasanya berjalan, mulai lemah, begitu pun tangan dan anggota tubuh lainnya. Degup jantung semakin melemah, nafas sesak dan akhirnya seribu sakit mendera kita. ALLAHU AKHBAR, nyawa lepas dari raga terkulai tidak berdaya dan kita yang sedang menyaksikan badan tersebut.
Saat itu baru kita sedar, betapa singkatnya hidup, betapa menyesalnya dengan waktu terbuang begitu saja, baru sedar kalau hidup tiada lain hanya untuk beribadah.




Sekujur tubuh ditatapnya penyesalan luar biasa, sungguh tiada guna. Rasa sakit yang masih terasa bagaimana hebatnya sakaratul maut, belum lagi ketakutan memasuki liang lahat. Malaikat Munkar dan Nakir bertanya yang belum tentu kita sanggup untuk menjawabnya.

Dengan demikian, bagaimana menghindarinya? Sebelum penyesalan itu tiba, sebelum kesengsaraan panjang menghampiri maka bergegaslah menuju ampunan dan rahmat-NYA. Jangan sia-siakan waktu dan kesempatan yang hanya sementara ini agar selalu ingat pada-NYA, jalankan perintah dan jauhi larangan-NYA. Jangan biarkan kita dihisab oleh segala amal buruk kita. Semoga kita digolongkan kepada hamba yang diseru-NYA, dan semoga termasuk hamba yang mencintai dan dicintai oleh Rabb-NYA yang mengasihi kita. ALLAHUMMA AMEEN.


Cukuplah kematian sebagai nasihat… 

Mati itu Pasti
Semoga Damai disana.

PROTON EXORA 2022 : SELAMAT DATANG

PROTON EXORA 2022 Segala puji bagi Allah SWT tuhan penguasa sekalian alam.  Membeli kenderaan bukanlah satu perkara yang enteng. Segala aspe...